Sabtu, 18 Oktober 2014

Banyak Anggota tetapi Satu Tubuh



1 Korintus 12:12-27
BANYAK ANGGOTA TETAPI SATU TUBUH
“BHINEKA TUNGGAL IKA”

Dalam PA kali ini,kita akan belajar bagaimana sikap hidup kita sebagai orang-orang yang sudah menerima anugerah keselamatan. Kita telah menerima Roh Kudus. Kita menjadi anak-anak Allah,kita menjadi warga kerajaan surga. Nah, sebagai warga kerajaan surga yang masih hidup di dunia Nasional dan Internasional ini, maka kita di tuntut untuk hidup bersatu dalam berbagai kepelbagaian. Kita di tuntut untuk berpikir bahwa kita ini satu tubuh! Bagaimana seharusnya kita hidup dalam persatuan dan kesatuan dalam konsep “warga kerajaan surga”?? Apakah dasar kita?? Mari kita pelajari dalam 1 Korintus 12:12-27.
Pertanyaan pengarah:

  1. 1 Apa yang di maksud dengan “satu tubuh” dan ”banyak anggota”? Apa maksud dari gambaran ayat 12? Mengapa di akhir ayat muncul” Demikian pula Kristus”? 
  2.   Apa yang menjadi kepelbagaian menurut ayat 13?? Bagaimanakah orang percaya (kita) disatukan? Apa arti dari di “baptis menjadi tubuh”?? Apa arti dari di beri minum dari satu Roh?? Apa kesimpulan anda dari bagian ini? 
  3. Dalam ayat 14-19 memberikan alasan yang jelas kenapa kesadaran akan “satu tubuh” itu harus terjadi! Apakah alasan itu?? 
  4.  Kalau melihat ayat 18,Renungkan dengan baik!Apa yang salah dalam pandangan anda atau pemahaman anda selama ini?? Atau apakah terjadi kesalahan yang di sengaja di bagian ini? Siapakah yang menempatkan setiap anggota itu pada tempatnya? 
  5.  Ayat 19 dan 20 memberikan gambaran kekacauan yang dasyat! Kekacauan seperti apa itu? Apa yanh mau anda sampaikan  kalau ternyata tangan atau mata di sebut tubuh? Apa kesimpulanmu?? 
  6.      Apa yang di tegaskan pada ayat 21?? 
  7.  Ayat 22-23 memberi gambaran 2 kelompok anggota.Apakah itu? Bagaimana memperlakukan kedua kelompok itu?? 
  8.   Ayat 25-26,Apa alasan dari kepelbagaian itu?? Untuk apa ada yang lemah dan yang elok?? 
  9.     Siapakah tubuh itu ? siapakah anggota itu? 
  10.  Alasan apakah  yang ada dalam pemikiranmu selama ini yang membuat kamu merasa asing dalam persekutuan (sie doa) “ kelemahanmukah?” atau keelokanmukah? 
  11.  Bagaimana cara anda selama ini menghadapi perbedaan yang ada, ucapan syukurkah ataukah sungut – sungut? 
  12.  Dalam menunjukkan tanggungjawab pelayanan di sie doa dan pemerhati (bersama elen, kons, heni, sumy) terasa tidak ada perbedaan itu ? bagaiman tanggapan kalian? 
  13.  Dari pelajaran hari ini firman Tuhan mengajar itu wajar terjadi, apakah berarti kekacauan atrau perpecahan wajar terjadi dalam “satu tubuh “ itu? 
  14.  Tangan untuk kerjasama, mulut untuk berkomunikasi, bahu untuk menjadi tempat sandaran, kaki untuk melangkah bersama, mata untuk melihat hal yang sama, hidung untuk mencium(gambaran kedekatan atau keakraban), kepala dimana otak diletakkan untuk memikirkan hal yang sama. Bagaiman kalian memakainya selama ini? Apakah ada alasan saling menuduh, Menyalahkan dan menyatakan itu bukan kesalahan saya!  Itu dia yang pikirkan! Itu tugasnya dia! 

                                                              Aplikasi konkrit dan refleksi.